Kampung Labasan...Tempat Lahirnya Cassava Cream Soup ♫♪


Mau rekomendasiin lagi ni salah satu tempat makan yang patut dicoba buat para pecinta kuliner… 
Kalau misalnya agan-agan lagi pada mampir di Jogja, sengaja ke Jogja, atau tempat tinggalnya emang di Jogja jangan lupa nih mampir ke Kampung Labasan Resto and Cottage (KL) .
Asli tempatnya keren banget cocok buat yang sedang mencari ketenangan dari berbagai himpitan masalah seperti masalah hutang, habis diputusin, atau abis ketauan selingkuh, enak bangetlah pokoknya mah tempatnya… adem ayem tentram dan serasa lagi dijawa (emang dijawa sih hahhaha)
Kampung Labasan Resto and Cottage ini mengusung tema Go Green dan Back To Village,  berada di kaki Gunung Merapi, kecamatan Pakem, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Mereka hadir menyajikan kenikmatan citarasa dan ketenangan istirahat dalam suasana kampung yang nyata.
Liat aja nih beberapa hasil dokumentasi saya waktu mampir dikampung labasan beberapa waktu lalu :


ini bagian pendopo tempat makannya....





ini bagian ruang utamanya…
tradisional banget kan suasananya ˆˆ

ini bagian belakang…ada kolam ikannya, bangunan tembok putih di sebrang kolam itu dapurnya ˆˆ






Enak banget kan tempatnya, suasana hijau, ditepi sawah…hah…yang pastinya suasana yang gak bisa agan dapetin di kota ataupun diluar Indonesia :D
Kampung Labasan ini tidak terletak dipinggir jalan raya, tapi masuk ke dalam kampung….hanya ada plangnya saja dipinggir jalan raya…didalam plang tersebut menjelaskan kalau Kampung Labasan masuk sejauh 200 m dari jalan raya, tapi untuk roda empat cukup kok jadi tidak perlu berjalan kaki….










ini plang yang dipinggir jalan ˆˆ




Jadi karena posisinya masuk diperkampungan bisa dibayangkan betapa nyaman dan asrinya Kampung Labasan jauh dari kebisingan terlebih lagi para pelayanannya menggunakan blangkon dan kain lurik khas jawa jadi semakin nyaman karena mas mas pelayannya makin kece pakek baju gituan…. ^_^









Ini foto salah satu pelayannya…
namanya mas wahyu kece badai kan hahahhahha……



Selain tempatnya yang enak banget…makanan yang disajikan di Kampung Labasan juga gak kalah enak loh, mereka memiliki motto untuk berbagai menu-menu makanan yang mereka sajikan di Kampung Labasan ini, motonya adalah “ Unik-unik, Enak-Enak, Sehat-Sehat “ . Waktu denger mottonya dilontarkan dari pak Beni Telo, chef di Kampung Labasan itu saya sedikit tertawa karena dia mengucapkannya dengan logat jawa yang sangat medok :D bisa dibayangkan dan dipraktekkan sendiri lah ya :D

Beliau juga menerangkan maksud dari motto itu, mereka tidak hanya ingin menampilkan makanan-makanan yang unik tapi juga enak, karena kalau makanan unik tapi tidak enak nanti hasilnya malah jadinya maksaken kata Pak Beni Telo, bukan interest orang yang didapat malah malu-maluin hahhahah bener juga ya…jadi sekarang kalau mau bikin makanan yang unik inget harus enak juga “ JANGAN MAKSAKEN “ :D





ini ni yang namanya Pak Beni Telo….



Selain unik dan enak tadi, makanan yang disajikan juga harus sehat :D Karena percuma kita makan jika makanan itu tidak sehat… ini berhubungan banget sama slogan saya “ YOU ARE WHAT YOU EAT “ , karena sebagaian besar penyakit yang diderita sesorang itu berasal dari apa yang mereka makan. Pak Beni juga bilang dengan memberikan makanan yang sehat kita juga bisa memberi kebaikan kepada orang lain, jadi berbuat baik itu bisa dimulai dari hal-hal kecil contohnya masak makanan yang sehat buat keluarga ˆˆ

Ternyata motto yang di lontarkan pak Beni Telo tadi bukan hanya sekedar motto tapi juga dibuktikan dari berbagai hidangan-hidangan unik yang tersaji secara tradisional. Rasanya sangat enak dan sehat tentunya :D
Ini beberapa menu yang saya cicipi di Kampung Labasan :



    Cassava Cream Soup                           Wader Lombok Ijo


Kalau yang ini sebelah kanan yang warna hijua itu Tumis Pakis sedangkan yang sebelah kiri Mie Lethek…

Mie Lethek itu adalah osengan bihun dan campur sayuran…uniknya, bihun yang digunakan terbuat dari tepung singkong.



Ayam Bacem                                       Tempe dan Tahu Goreng bumbu bawang

dan ini menu terakhir yang saya icip…Tela Goreng Sayur… semuanya enak…tidak ada yang mengecewakan lidah….


Menu-menu diatas cukup unik menurut saya, karena semua bahan yang digunakan rata-rata adalah singkong, dan ketika saya tanyakan kepada pak Beni Telo dia juga menjelaskan kalau di Kampung Labasan ini memang sengaja membudayakan singkong, karena sebenarnya singkong adalah tanaman yang sangat kaya manfaat dan enak sekali meskipun selama ini singkong dikenal makanan orang kampung.


Mereka mengusung singkong karena singkong tidak hanya bisa digunakan sebagai cemilan tetapi juga maincourse (hidangan utama), karena dengan mengkonsumsi singkong saja kebutuhan  karbohidrat kita sudah terpenuhi sehingga dapat meminimalisir konsumsi nasi, yang sebenarnya nasi sedikit tidak baik dikonsumsi dalama jumlah banyak di malam hari karena dapat menyebabkan penumpukkan glukosa.
Dari berbagai menu unik diatas, yang paling menarik buat saya adalah Krim Sup Tela atau cassava cream soup, enak banget rasanya :D pengen lagi :D untung dikasih tau cara pembuatannya sama Pak Beni Telo jadi bisa bikin dikostan atau dirumah :D hayuuuu agan-agan yang mau order cassava cream soup sama saya hahhhah


Cassava Cream Soup ini merupakan soup kental yang terbuat dari singkong, tapi herannya ketika pertama kali mencicipi kuahnya, sama sekali tidak terbayang kalau kuah creamnya juga dari singkong saya kira asparagus soup ternyata murni dari singkong.
Cara membuatnya cukup mudah tinggal kukus singkong, lalu didinginkan kemudian diblender dengan air sesuai dengan tingkat kekentalan yang diinginkan. Nah…. hasil singkong yang telah dibleder dengan air inilah yang dijadikan kuah atau stocknya :D jadi nemu jenis stock baru nih “ Cassava Stock “ hahhahhha
Terus tinggal ditambahin deh bahan-bahan pelengkap soupnya, kalau di Kampung labasan sih ya buat pelengkap soupnya ada Mirepoix (baca : Mirepoa) yaitu potongan daun bawang, sledri, wortel, dan bawang Bombay, terus ditambah jagung udah jadi deh selanjutnya tinggal ditambahin bumbu seperti salt, papper, kaldu, dan penyedap rasa sesuai selera… dan tarattttttt jadilah cassava cream soup sperti ini :





Untuk melihat lebih jelas resep dari cassava cream soup ini silahkan klik disini ˆˆ

Selain cassava cream soup sebagai appataizer, menu yang saya suka selanjutnya adalah wader Lombok ijo dan tumis pakis. Rasanya enak banget asli’ jadi kangen masakan mama…dan pengen cepet-cepet pulang ke kampung halaman saat itu juga hahhahahha
Ikan wadernya itu loh…..ngingetin banget sama dirumah maklum di Badung gak ada :D , dan dasarnya karena anak perantauan jadi sangat sensitif terhadap sesuatu yang mengingatkan pada kampung halaman serta ibu bapak dan keluarga dirumah :’) jadi terharu…kangen mereka :’(

Selain menu-menu diatas ada yang ngingetin lagi nih sama kampung halaman, ini ni air minum dalam kendi :



Gila’ rasanya adem banget, ademnya beda sama air yang dimasukin dikulkas… gak heran kalau orang-orang korea sampai sekarang masih melestarikan air yang ditaruh dalam kendi meskipun rumahnya mewah…karena memang benar air didalam kendi dan air yang dingin karena dikulkas itu rasa ademnya beda banget ˆˆ
Kalau air yang dalam kendi ini ngingetinnya sama mbah putri dan mbah kakung di kampung, mereka suka banget ni air yang didinginin secara natural gini…sampe-sampe suka banget masukkin air didalam gelas terus di letakkan diteras atau pendopo rumah sebelum tidur, terus subuh pas bangun tidurnya langsung diminum…sehat katanya sih, pernah nyoba sih dulu dan emang rasa airnya jadi adem dan enak gitu…tapi lama-lama jadi mikir kalau kejatuhan sesuatu diair itu gimana…kita kan gak tau selama semalaman kita tinggal tidur air itu ngapain hahahahaha


Selain air dalam kendi tadi, maucerita juga nih tentang sambelnya….
Gak kalah enaknya juga, ada 2 jenis sambel di Kampung Labasan ini…sambel kecap dan sambel terasi…
Kalau sambel kecapnya sih sama aja seperti yang mama suka buat ulekan cabai dkk terus tinggal tambahin kecap, sambel terasinya nih enak banget…sempet tanya-tanya juga sih sama ibu siti beliau ini sepertinya pemilik Kampung Labasan ini saya kira tadinya orang jawa ternyata perpaduan antara Lampung dan Sunda pantesan ketika saya mencoba berbicara bahasa Jawa dengan beliau, beliau selalu menjawab dengan bahasa Indonesia :D

Begitu tau saya asalanya dari Lampung, ibu siti nampak interest gitu deh …. Dia bercerita kalau rumahnya di Lampung Barat, Krui … yang saya tahu dari Krui sih laut dan pantainya saja yang indah selanjutnya nothing…hahahh karena belum pernah kesana.

Ibu siti juga bercerita kalau atap-atap pendopo yang diabawa ke Kampung Labasan itu asalnya dari Lampung, karena itulah sedikit terlihat gaya melayu tuturnya…wah padahal saya sama sekali gak ngerti dan gak menyadarinya…saya kira malah asli rumah joglo :D
Lanjut kesambel nih…ibu siti menjelaskan kalau itu sebenernya hanya sambel terasi biasa hanya saja mungkin racikannya dan cara pengolahannya berbeda, terasi yang digunakan juga terasi biasa yang dipasaran bukan terasi Cirebon yang terkenal paling enak tuturnya.



Ini dia sambel terasi yang sedari tadi kita bicarakan…. :D




Selain sambel tersi saya juga sedikit tanya-tanya tentang omzet perbulannya hahahha biasa jiwa wirausaha gini kali ya….kepo banget kalau masalah omzet hahahha
Tadinya ibu siti malu-malu dan cuma bilang udah bisa nutup kok Alhamdulillah, tapi karena saya terlampau kepo sepertinya akhirnya dia bilang perbulannya bisa mencapai 30 s/d 60 juta owowwww banget kan hahhaha akhirnya penasaran pun terjawab :D
Ibu siti menjelaskan omzetnya bisa sebanyak itu karena kampung labasan ini sudah banyak dikenal dan dicari oleh tidak hanya turis domestik melainkan juga turis dari berbagai mancannegara, contohnya saja turis-turis yang pernah berkunjung di Kampung Labasan ini ada turis dari Spanyol, Brazil, Singapura, dan banyak negara lainnya.



ini bu’ siti lagi didapur resto…sederhana ya dapurnya ˆˆ
tapi menghasilkan sajian yang luar biasa lezatnya :D



Saya banyak bertanya dengan ibu Siti meskipun sedikit menganggu beliau sih…. karena sedang mengolah makanan untuk para pengunjung, tapi sepertinya ibu siti senang-senang saja dan tidak keberatan B-)
Ibu siti juga menunjukkan kalau menu andalan dia adalah tumis pakis, sampai-sampai pakisnya banyak ditanam disekitaran pinggir kolam, saya disuruh melihat pohon-pohon pakis tersebut sebenarnya….tapi karena tidak tau rupa tanaman pakis seperti apa jadi asal jepret saja enatah itu pakis atau bukan hahahhaha kemudian setelah beberapa hari sampai dirumah dan searching dengan bantuan tante google pakis itu seperti apa ternyata kena jeperet si pakis…begini ni rupa si pakis hahhahah




entahlah saya yang berpengetahuan kurang luas atau tempat tinggal yang terlampau dikota sampai pakis saja tidak tau padahal dirumah banyak…dulu waktu kecil suka banget ngecabutin daun-daun pakis sama temen-temen di deket kolam-kolam ikan rumah warga tapi gak tau kalau ternyata itu pakis :D

Nambah lagi kan ilmunya gara-gara ke Kampung Labasan jadi kenal sama yang namanya pakis hahahhahha
Nah selain tumis pakis tadi, ibu siti juga bilang menu andalan dia adalah tumis jantung pisang, sayang kami tidak memesan menu tersebut jadi tidak bisa mencicipinya :’(
Tapi berhasil kok dapet foto jantung pisangnya yang mau diolah didapur hahhahah





Setelah memotret si jantung pisang, kamera bergerak menangkap gambar ini :


Sedikit tanya sama bu siti ini apa,ternyata ini perkedel singkong….yah sayang banget gak nyicip juga :’(
Karena melihat ibu siti begitu sibuk nampaknya, jadi saya sudahi saja tanya-tanyanya sama ibu siti kasihan beliau :D


Lanjut ngobrol sama Pak Beni Telo, banyak pengetahuan juga yang saya dapat dari pak Beni Telo…beliau ini adalah pakarnya singkong di Kampung Labasan, mangkannya dikenal namanya jadi Beni Telo…Telo itu bahasa jawanya ketela yang berarti singkong ^_^
Pak Beni banyak memberi pengetahuan tentang singkong, dari beliau saya tau…kalau ternyata singkong yang paling enak itu bukan singkong yang ditanam disawah atau dipekarangan rumah melainkan dipematang sawah. Karena jika singkong ditanam disawah maka komposisi airnya akan berlebihan dan rasa singkong menjadi hambar karena terlalu mengandung banyak air, sedangkan kalau ditanam di pekarangan rumah atau kebun bisa tercampur dengan zat-zat lain limbah dari rumah tangga….nah yang paling pas singkong itu ditanam di pematang sawah begitu tutur Pek Beni Telo :D

Seru banget lah di Kampung Labasan ini, mengesankan banget….gaya Tradisionalnya itu loh ngangenin ˆˆ
Masih banyak menu yang belum saya cicipi disana, jadi pengen benget kesana lagi dalam waktu yang tidak hanya sebentar…apa lagi ibu siti juga bercerita bahwa mereka berencana untuk membuat tempat-tempat penginapan di Kampung Labasan ini…jadi tidak hanya bisa makan saja di kampung labasan tapi juga bersinggah menikmati suasana pedesaan yang begitu menentramkan… :D Semoga bisa ke Kampung Labasan lagi lain waktu dengan orang-orang terkasih…aamiin ˆˆ

4 komentar:

Bonny Tello said...
This comment has been removed by the author.
Bonny Tello said...

heheee....makasih mbk vera... komen2nya.
senang dech baca tulisan vera, bakat juga jd penulis buku wisata.
semoga suatu saat bila Tuhan ijinkan kita berjumpa lagi...
tetap semnagt, tetap sehat...& sll ceria sepanjang masa...

Vera Susanti said...

hehehe saya juga seneng pak...pak bony baca tulisan saya :D makasih pak..aamiin semoga bisa jadi penulis buku wisata beneran dan bisa bertemu lagi sama pak bony dilain kesempatan :D sukses terus pak dengan Telo dan kampung labasannya... :)

LYA WAGNER said...

Terima kasih atas ulasan mengenai Kampung Labasan. Semoga tulisan mbak Vera ini bisa menjadi rekomendasi untuk teman2 yang mau mempunyai pengalaman unik dalam agenda wisatanya.
Salam kenal

Post a Comment

 
Copyright © Vera Susanti